CEGAH GOLPUT SEJAK DINI, SISWA SMPN SATU ATAP 2 CIPATUJAH DIBERI PEMAHAMAN KEPEMILUAN
SINGAPARNA - Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan kembali dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya pemilih pemula, dalam proses demokrasi. Kali ini, kegiatan berlangsung di lingkungan SMPN Satu Atap 2 Cipatujah pada hari Rabu, 15 April 2026 dengan diikuti oleh para siswa yang antusias menyimak materi yang disampaikan.
Hadir sebagai narasumber, Cecep Hamzah Pansuri memberikan pemahaman mendalam terkait pentingnya pendidikan pemilih sejak dini. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa menjadi pemilih bukan hanya soal menggunakan hak suara, tetapi juga tentang memahami proses demokrasi secara utuh dan bertanggung jawab.
Materi yang disampaikan berfokus pada syarat menjadi pemilih, di antaranya warga negara Indonesia, berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, terdaftar dalam daftar pemilih, serta tidak sedang dicabut hak pilihnya. Para siswa diberikan pemahaman bahwa meskipun sebagian dari mereka belum memiliki hak pilih saat ini, edukasi sejak dini sangat penting agar ketika waktunya tiba, mereka sudah siap menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas.
Selain itu, narasumber juga mengingatkan tentang bahaya golput atau tidak menggunakan hak pilih. Dijelaskan bahwa golput dapat berdampak pada menurunnya kualitas demokrasi, karena semakin sedikit partisipasi masyarakat, maka hasil pemilu berpotensi tidak sepenuhnya mencerminkan kehendak rakyat. Generasi muda sebagai bagian dari pemilih masa depan diharapkan tidak apatis, melainkan aktif berperan dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif, di mana para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari proses pemilu, cara mengenali informasi yang benar, hingga pentingnya menolak hoaks dan politik uang. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan rasa ingin tahu para peserta terhadap dunia kepemiluan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya dengan menyebarkan informasi yang benar terkait pentingnya menggunakan hak pilih. Pendidikan pemilih berkelanjutan menjadi langkah strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berkualitas di masa yang akan datang.