Di TPS, Penyelenggara dan Pemilih Wajib Menerapkan Protokol Kesehatan Ketat

KPU Kabupaten Tasikmalaya melaksanakan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya di Tengah Pandemi Covid-19 di TPS 9 Desa Cipakat kecamatan Singaparna. Sabtu, (21/11/2020).

Simulasi yang dilaksanakan serentak seluruh Indonesia ini melibatkan 357 pemilih ini disaksikan oleh seluruh Ketua dan Divisi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Se-Kabupaten Tasikmalaya serta dihadiri oleh Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat, Nina Yuningsih, S.Ag., S.Pd., M.M, Polres Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya Kota, Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Dandim 0612, Desk Pilkada dan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Divisi Teknis KPU Kabupaten Tasikmalaya Jajang Jamaludin, S.Ag mengatakan bahwa, karena Pemungutan dan Penghitungan Suara Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya tahun 2020 ini dilaksanakan ditengah pandemic, maka pelaksanaannya menggunakan protokol kesehatan ketat.

“Pada Pemilihan Bupati kali ini di TPS dilengkapi tempat cuci tangan, alat cek suhu tubuh, sarung tangan plastik hingga penyemprotan disinfektan berkala. Jumlah TPS juga ditambah demi menghindari kerumunan. TPS ditambah 690 buah yang asalnya 3.050 menjadi 3.740. Jumlah pemilih juga dikurangi dari asalnya 800 menjadi 500 per TPS,” ujarnya

Pada pelaksanaannya nanti para pemilih dan penyelenggara diwajibkan menerapkan protokol kesehatan ketat mulai dari menjaga jarak, muncuci tangan, memekai sarung tangan dan dicek suhu tubuh.

Ia berharap proses simulasi ini dapat menjadi catatan bersama seluruh stakeholder yang terlibat pada Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Tasikmalaya pada 9 Desember mendatang.

“Harapannya seluruh penyelenggara yang hadir dapat menularkan pengetahuan mengenai simulasi ini sehingga dapat mempraktekannnya di lapangan,” pungkasnya.