MAHASISWA WAJIB UPDATE TERKAIT KEPEMILUAN

Informasi tentang kepemiluan sangat penting bagi pelajar dan mahasiswa, hal itu disampaikan Koordinator Divisi Teknis Pemilu KPU Kabupaten Tasikmalaya Jajang Jamaludin, S.Ag saat menyampaikan materi kepemiluan pada acara Dialog Public dan Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (14/12/2019).

Menurutnya mahasiswa yang ketinggalan informasi kepemiluan bukan termasuk mahasiswa milenial, karena pemilu merupakan salah satu lahan mahasiswa untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Informasi tentang kepemiluan ini sangat penting diketahui oleh pelajar dan mahasiswa, sebab jika mahasiswa ketinggalan informasi tentang kepemiluan atau pilkada itu namanya ketinggalan, tidak milenial artinya semua masyarakat apalagi IMM harus paham sekali apa itu pemilu, dan nanti kita hubungkan kepentingan kita dengan pemilu, apa yang akan kita lakukan? Kontribusi apa buat masyarakat untuk Kabupaten Tasikmalaya?” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat untuk menentukan pimpinannya, pemilu juga dilengkapi dengan perundang-undangan dan payung hukum lainnya, serta mempunyai asas dan prinsip.

“Jadi rakyat diberikan kedaulatan yang penuh untuk menentukan pilihannya, untuk menentukan siapa wakil rakyatnya untuk menentukan siapa pimpinannya. Rakyat secara langsung diberikan kedaulatan untuk menentukan pilihannya itulah pemilu, dan pemilu ini tentunya dilengkapi dengan perundang-undangan dengan payung hukum, mempunyai asas, mempuyai prinsip karena memang pemilu ini sekarang sudah lumayan berumur panjang, terhitung sejak pemerintahan kita berarti sudah 12 kali penyelenggaraan pemilu ini” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Tasikmalaya akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 23 September 2020 mendatang, menurutnya penyelenggaraan Pilkada ini merupakan pekerjaan yang berat bagi KPU Kabupaten Tasikmalaya karena pilkada berbeda dengan Pileg dan Pilpres dimana sepenuhnya dilakukan oleh penyelenggara di tingkat kabupaten.

“Melaksanakan pilkada itu sepenuhnya dilakukan oleh penyelenggara di kabupaten, ini merupakan tugas berat, pekerjaan besar dan merupakan pertaruhan bagi kami sebagai lembaga Negara, pertaruhan eksistensi lembaga, gagalnya hajatan ini merupakan gagalnya sebuah lembaga, dan saya yakin agak berbeda dinamikanya dengan pileg dan pilpres kemarin, begitu juga kompleksitasnya, dan ini sangat rawan gesekan-gesekan,karena semuanya bermuara dan berpusat di satu titik di Kabupaten Tasikmalaya” ungkapnya.

Tahapan Pilkada tahun 2020 sudah dimulai sejak tanggal 1 November 2019, KPU Kabupaten Tasikmalaya hari ini sudah melakukan tahapan sosialisasi untuk menyampaikan tahapan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020 kepada berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.

“Sejak tanggal 1 November kami sudah masuk tahapan Pilkada, yang sebelumnya sudah menyusun program, menyusun aggaran, membuat RAB, membuat jadwal, karena dibutuhkan waktu satu tahun untuk persiapan penyelenggaraan Pilkada ini, dan Alhamdulillah tanggal 1 Oktober sudah ditanda tangani Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), dan hari ini kita sudah melakukan tahapan sosialisasi, kita sudah keliling ke tiap partai, ke ormas-ormas, ke sekolah-sekolah dan ke kampus-kampus yang ada di Kabupaten Tasikmalaya untuk menyampaikan tahapan Pilkada, kita juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti dengan Kepolisian, TNI, Disdukcapil, Kejaksaan semua kita sudah berkoordinasi untuk pelaksanaan tahapan Pilkada” pungkasnya.